“Transaksi dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan terbuka untuk semua bank. Bagi masyarakat yang belum memiliki mobile banking, kami juga melayani aktivasi langsung di lokasi sekaligus pembukaan rekening tabungan,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran hingga ke daerah serta memperluas akses layanan perbankan. Inklusi keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Lembata.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga terintegrasi dengan pembinaan generasi muda melalui Jambore SEKAMI-REMIS yang diikuti oleh perwakilan dari 19 paroki, masing-masing mengirimkan 30 anak.

Mengusung tema “Anak Misioner, Bersukacita dan Bertumbuh dalam Iman”, jambore ini menjadi wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut dijadwalkan turut dihadiri oleh Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Mans Riberu, Pr, para imam, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata.