Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menyerahkan keputusan teknis kepada PHDI dan otoritas keagamaan Hindu, dengan catatan aspek keamanan, lebar jalan, serta kenyamanan peserta harus diperhitungkan secara matang.

“Pada prinsipnya saya setuju. Yang penting representatif dan tidak menyusahkan teman-teman PHDI saat pelaksanaan. Kalau memang di depan Taman Nostalgia memadai, silakan. Justru bagus karena bisa menghidupkan UMKM dan kawasan itu memang ikon kota kita,” tegasnya.

Selain dukungan teknis dan pengamanan, Wali Kota juga memastikan dukungan anggaran rutin melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tetap tersedia sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pelaksanaan Dharmasanti Nyepi Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

“Untuk Dharmasanti, silakan gunakan Aula Rumah Jabatan. Tidak perlu sewa tempat. Pemerintah siap mendukung agar perayaan berjalan baik dan penuh makna,” ujarnya.

Menurutnya, rangkaian perayaan Nyepi bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga cerminan wajah toleransi dan kerukunan di Kota Kupang. “Yang penting acaranya berjalan baik dan membawa sukacita. Pemerintah Kota Kupang selalu terbuka dan siap berkolaborasi untuk menjaga kerukunan dan keberagaman,” pungkasnya.