Kupang, KN – Anggota DPR RI Komisi XIII Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur II, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, S.H.,M.H menggelar kuliah umum di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang, Senin (8/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu dihadiri para dosen, staf, serta ratusan mahasiswa dan mahasiswi Stikes Nusantara Kupang.
Dalam pemaparannya, Dr. Umbu Kabunang menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendidikan yang terencana dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa perkembangan pendidikan harus diproyeksikan untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Jika ada kebutuhan infrastruktur yang dirasakan kurang, kita akan bahas dan dorong bersama. Pengembangan pendidikan harus berbasis rencana yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan nasional yang masih memiliki banyak kekurangan, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.
“Ke depan, banyak investasi asing akan masuk ke Indonesia. Kita harus mampu bersaing melalui pendidikan yang adaptif. Artinya, kita harus mengetahui perkembangan terbaru, baik di dunia kesehatan maupun pendidikan,” jelasnya.
Terkait perpanjangan Surat Izin Praktik (SIP), Dr. Umbu Kabunang menegaskan bahwa, proses tersebut seharusnya berbasis pada penilaian objektif terhadap perkembangan kompetensi tenaga kesehatan.
“Banyak yang belum fokus mengembangkan skill, sehingga izin harus benar-benar diberikan kepada yang kompeten. Aspirasi terkait SIP ini akan kami teruskan ke fraksi dan komisi untuk pembahasan lebih lanjut,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan antara wilayah kota dan desa. Menurutnya, negara harus hadir memberikan layanan kesehatan yang layak hingga ke pelosok.
“Saya berasal dari Sumba, jadi saya memahami bagaimana masyarakat di desa terpencil berjuang mengakses layanan kesehatan. Rumah sakit kekurangan obat, fasilitas terbatas, ini menjadi pekerjaan rumah negara agar layanan kesehatan bisa merata hingga pelosok,” tegasnya.
Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga menerima aspirasi terkait sejumlah mahasiswa, yang belum bisa mengakses Beasiswa KIP Kuliah. Ia berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemerintah.
“Terkait KIP Kuliah, saya akan sampaikan kepada pemerintah. Ketua Komisi X juga dari Golkar, jadi saya akan koordinasikan agar persoalan ini dapat diselesaikan,” ucapnya.
Ketua Stikes Nusantara Kupang, Albert Yunander Tulle, turut menyampaikan sejumlah harapan kepada anggota DPR RI tersebut. Ia menekankan bahwa Stikes Nusantara Kupang merupakan satu-satunya perguruan tinggi di NTT yang memiliki Program Studi S1 Gizi.
“Program-program kami banyak diarahkan pada pemberdayaan Prodi S1 Gizi, terutama dalam mendukung upaya penanganan stunting bersama Pemerintah Provinsi,” jelas Albert.
Pihak kampus juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten TTU untuk memberikan kesempatan kuliah kepada putra-putri daerah tersebut.
“Banyak mahasiswa kami yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sebelum lulus pun mereka masih kekurangan biaya kuliah. Kami berharap anak-anak ini bisa lebih diperhatikan karena mereka bertekad membangun NTT,” tambahnya.
Mahasiswa lainnya berharap, pemerintah memberikan perhatian lebih bagi mahasiswa kurang mampu dari desa dan daerah pelosok.
“Kami masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, kami mohon agar gedung kampus Stikes Nusantara ini bisa diperhatikan dan difasilitasi untuk diperbaiki agar lebih layak,” ungkapnya.
Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi dan penyerapan aspirasi dari para peserta, serta foto bersama. (*)

