Kupang, KN – CV. NAM menggelar acara memperingati Hari Raya Imlek 2765 yang jatuh pada hari ini, Rabu (29/1/2025) di Kelurahan Alak, Kota Kupang.
Perayaan ini dihadiri oleh sejumlah tamu penting diantaranya Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr, anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Ketua PMTSI NTT Hengky Liyanto, Ketua PMTSI Kota Kupang Fransisco Bernando Bessi, serta ribuan warga Kota Kupang.
Direktur CV NAM Helen Antonius dalam sambutannya menyampaikan, perayaan Imlek di Kota Kupang sudah digelar secara rutin sejak 10 tahun lalu, dimana pertama kalinya dilaksanakan di Jl. Siliwangi, Kota Kupang.
“Acara Imlek ini sudah kami buat sejak 10 tahun lalu. Saat itu banyak sekali masyarakat Kota Kupang yang suka,” ujar Helen Antonius.
Helen menyebut, mereka memutuskan untuk menggelar acara Imlek rutin setiap tahun karena ingin memperkenalkan budaya China.
“Karena budaya kita ini banyak sekali. Jadi kami ingin perkenalkan budaya kami kepada saudara semua,” pungkas Helen.
Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto menyampaikan, Imlek tidak sekadar hari raya tahun baru orang Tianghoa, tapi Imlek menambah khasana baru untuk orang Indonesia.
“Imlek bukan saja merayakan tahun baru Tianghoa, tapi menambah khasana bagi kita orang Indonesia dan NTT. Tadi kita lihat tarian dibawa oleh kita orang Kupang, dan saya apresiasi toko NAM untuk hal ini,” terangnya.
Pj Wali Kota Kupang Linus Lusi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengusaha warga Tianghoa yang ikut membangun Kota Kupang, dan membuka lapangan pekerjaan untuk warga Kota Kupang.
“Atas nama segenap warga Kota Kupang, saya menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek untuk Bapak/Ibu, Saudara/Saudari yang merayakan,” kata Linus Lusi.
Ketua Paguyuban Marga Tianghoa Seluruh Indonesia (PMTSI) NTT, Hengky Liyanto mengajak seluruh masyarakat NTT untuk tetap berserah dan mendekatkan diri kepada Tuhan, di tengah sejumlah ramalan yang diramalkan akan terjadi di tahun Ular Kayu ini.
“Saya mengajurkan agar semakin hari kita semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, agar kita dijauhkan dari segala macam bencana,” ungkap Hengky Liyanto.
Momentum Merawat Toleransi
Sementara itu, Ketua PMTSI Kota Kupang Fransisco Bernando Bessi yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, perayaan Imlek merupakan momentum untuk merawat toleransi di bumi nusa cendana.
“Di tahun baru Imlek terutama tahun Shio Ular Kayu ini semoga semua masyarakat Kota Kupang semakin menjunjung tinggi toleransi,” kata Fransisco Bessi.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk menjaga daerah ini agar tetap aman dan nyaman untuk semua kalangan.
“Mari kita semua menjaga Kota Kupang ini dengan baik,” ajak Fransisco Bessi. (*)

