Kupang, KN – Warga Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan dukungan dan siap memenangkan cagub cawagub nomor 2 Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma.
Warga Amfoang Sedikia Manoh mengatakan, di Amfoang Barat Laut, masyarakat memberikan dukungan penuh untuk paket nomor 2 yakni Melki Laka Lena dan Johni Asadoma.
Menurutnya, dukungan yang diberikan bukan tanpa alasan. Namun, selama ini pihaknya juga merasakan perhatian yang besar dari Melki Laka Lena dan Johni Asadoma.
“Kami sangat merasakan perhatian dari beliau berdua,” kata Sedikia Manoh kepada wartawan usai rapat konsolidasi pemenangan Melki-Johni Kabupaten Kupang, Sabtu (9/11/2024).
Ia menjelaskan, sosok Melki Laka Lena bukan sosok yang asing bagi masyarakat Amfoang. Tapi Melki Laka Lena selalu turun mengunjungi masyarakat Amfoang semasa menjadi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
Selain mengunjungi masyarakat Amfoang, Melki Laka Lena juga memperjuangkan pembangunan rumah Seroja dan Rumah Sakit Pratama Amfoang. RSP Amfoang ini dibangun dengan dana sekitar Rp75 Miliar.
“Kami memperoleh bantuan 124 rumah dan fasilitas umum berupa gereja dan balai rakyat, dilengkapi dengan lampu jalan, lapangan voley, dan futsal. Program ini atas idenya anggota dewan kami yang dititipkan lewat Bapak Melki sebagai anggota DPR RI di Jakarta. Akhirnya kami memperoleh bantuan ini, dan sampai sekarang kami rasakan,” ungkapnya.
Selain rumah Seroja, Melki Laka Lena juga telah memperjuangkan pembangunan Rumah Sakit Pratama yang berlokasi di Amfoang Utara di Desa Fatunaus. Rumah Sakit Pratama Amfoang ini sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat Amfoang.
“Kami sangat gembira. Walaupun kami di barat laut, tapi pelayanan kesehatannya, kami sangat rasakan itu,” terangnya.
Ia menjelaskan, masyarakat di Amfoang tidak hanya bisa merasakan pelayanan kesehatan, tetapi infrastruktur jalan dengan sendirinya sudah diperbaiki, karena dampak pembangunan Rumah Sakit Pratama Amfoang.
“Puji Tuhan, awal akses kami dari Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah ke Amfoang Utara memang sangat parah, dan itu tidak bisa kita lewat. Tapi dengan adanya bangunan rumah sakit itu, sehingga jalan itu sekarang kami bisa lalui,” terangnya.






Tinggalkan Balasan