“Hampir sekitar Rp10 Miliar yang menjadi pekerjaan rumah dan tanggung jawab dewan direksi dan komisaris yang baru. Ini sangat berat. Semua ini kita tuangkan dalam RUPS, sehingga pemegang saham benar-benar menyelesaikan persoalan yang menimpa PT. Flobamor,” tuturnya.

Komut PT. Flobamor menyampaikan, RUPS yang digelar besok akan membicarakan sejumlah agenda. Pertama adalah laporan pengurus PT. Flobamor, kedua penetapan laba PT. Flobamor dan RUPS Luar Biasa.

“Kami telah bekerja sama dengan Biro Ekonomi sebagai pembina, agar RUPS Luar Biasa ini berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia menyatakan, RUPS PT. Flobamor dilaksanakan atas permintaan manajemen, di mana saat ini terjadi kekosongan pengurus PT. Flobamor. Sehingga agar perusahaan daerah ini tetap eksis, maka harus dilakukan RUPS untuk mengisi posisi-posisi direksi.

Pihaknya telah bersurat ke Pj Gubernur NTT untuk melakukan audit sebelum dilaksanakan RUPS PT. Flobamor. Meski belum dilakukan audit, saat ini Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake telah bersurat untuk pelaksanaan RUPS PT. Flobamor.

“Saya sangat mengharapkan agar nanti ke depan, dewan direksi yang baru bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di PT. Flobamor. Saya sudah menjalankan roda perusahaan ini beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan persoalan di PT. Flobamor. Saya rasa bahu saya tidak kuat. Untuk memikul sudah tidak kuat. Saya minta Tuhan beri saya bahu yang kuat agar saya bisa menjalankan roda perusagaan ini dengan baik. Kita doakan agar RUPS tanggal 21 berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)