“Kalau hanya sebatas mereka mau naik turun jabatan, urus saja lah secara kekeluargaan. Toh juga NTT ini juga budaya adatnya cukup tinggi,” ungkapnya.
Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Denpasar tahun 2015-2018 ini, bahkan menyebut pihak-pihak yang bikin gaduh Bank NTT sedang mengalami bencana batin.
Hal ini disampaikan Bupati Malaka menanggapi desakan RUPS Luar Biasa dari sejumlah pihak. Menurutnya, saat ini tidak ada hal-hal emergensi yang mendesak untuk harus dilaksanakan RUPS Luar Biasa.
“Memang mau jadi bencana apa? Kalau bencana batin ada, bencana pikiran ada. Kalau lagi galau itu, urusan pribadi. Saya membaca itu sepertinya kawan-kawan beberapa kelompok, atau oknum mungkin sedang galau. Sedang ada bencana batin yang bergetar keras, sehingga ingin mencapai target yang sedang didesain. Itu sah-sah saja. Hak konstitusional setiap orang. Tapi tidak serta merta. Semua ada prosedur,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan