Labuan Bajo, KN – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membuka Konferensi Polwan Sedunia atau The 58th International Association of Women Police (IAWP) 2020 Conference, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu 7 November 2021 pagi.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada awak media mengatakan bahwa event tersebut merupakan event Internasional yang dilaksanakan pertama kali pada lingkaran Kepolisian Indonesia.
“Event ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia khusunya dalam lingkaran Kepolisian Republik Indonesia. Kita bisa berbangga karena kegiatan ini dilaksanakan di Indonesia, khususnya Labuan Bajo, NTT. Ini merupakan berkah yang luar biasa,” kata Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri oleh 13 Negara dari 35 Negara dan beberapa Negara lainnya mengikuti secara virtual. Adapun total keseluruhan Polwan yang menghadiri kegiatan tersebut berjumlah 900 peserta.
“Negara yang hadir langsung dalam kegiatan ini berjumlah 13 Negara dari 35 Negara,” ujarnya.
Hal-hal dibahas dalam kegiatan tersebut adalah peran Polisi Wanita dan seluruh polisi di Dunia memperjuangkan kesetaraan gender dan membangun komunikasi antar Negara.
“Tema yang diangkat dalam konferensi IAWP ini adalah Women at the Center Stage of Policing. Artinya bagaimana kita memberdayakan Polwan pada panggung Kepolisian. Isu-isu yang menonjol adalah isu-isu masalah bagaimana kepemimpinan seorang Polisi Wanita dalam Kepolisian. Kemudian isu-isu mengenai kejahatan-kejahatan transnasional, juga isu-isu masalah gender dan banyak lagi ada. Ada enam sub tema yang diusung dalam konferensi ini,” jelasnya.
Dikatakan Kapolri, saat ini di Markas Besar Polri ada 3 Polwan yang berpangkat Jenderal untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Ada pula beberapa yang berkedudukan pada level operasional yang beresiko tinggi.
“Saat ini di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, kita memiliki 3 Jenderal Polwan dan menduduki jabatan-jabatan strategis, dan ada juga yang menduduki level operasional yang beresiko tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan itu juga, Kapolri berharap kegiatan tersebut berjalan baik adanya. Melalui event tersebut, Indonesia khususnya Kepolisian Republik Indonesia dapat menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia saat ini mampu melaksanakan Event Internasional di tengah pandemi Covid-19.
Hal ini menjadi kebanggan tersendiri untuk masyarakat Indonesia, khususnya dalam lingkaran Polisi Republik Indonesia.
“Pertama, jelas kita belajar bagaimana meng-organize suatu event internasional. Karena itu pengurus-pengurus atau panitia ini kita kedepankan Polwan termasuk ketua panitianya nanti ibu Brigjen Pol. Juansi dan juga anggota panitia yang lain. Jadi kita belajar bagaimana meng-organize satu event internasional, terutama di tengah situasi Pandemi Covid yang cukup banyak hambatan-hambatan”, jelasnya.
Selain itu, Polri juga bisa membangun jaringan dengan peserta-peserta dari luar negeri. Karena membangun jaringan itu sangat penting di dalam melaksanakan tugas menanggulangi kejahatan transnasional atau transnasional crime.
“Yang ketiga ini kita akan mendapatkan pelajaran-pelajaran, ilmu-ilmu yang sangat berharga dari pembicara-pembicara kelas dunia. Dan juga dari beberapa Menteri di Indonesia,” sambungnya.
Setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, Kapolri berharap lajunya penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga Indonesia dapat melaksanakan event internasional lainnya. (*)

