Mataram, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 lewat pelaksanaan upacara bendera yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada anak yatim dan kaum duafa, Selasa, 27 Oktober 2026.

Upacara peringatan HLN berlangsung khidmat dengan diikuti oleh jajaran manajemen dan pegawai PT PLN (Persero) UIP Nusra. Momentum ini menjadi pengingat atas peran penting sektor ketenagalistrikan dalam mendukung pembangunan nasional serta komitmen insan PLN untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semangat tersebut juga diwujudkan melalui aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Bantuan yang disalurkan memiliki total nilai Rp12.250.000, terdiri atas paket bantuan bagi 30 anak yatim dan 25 orang duafa. Setiap anak yatim menerima bantuan uang tunai sebesar Rp200.000, sedangkan setiap penerima dari kalangan duafa memperoleh paket sembako senilai Rp250.000.

Anak-anak yatim penerima bantuan berasal dari Panti Asuhan Al-Ikhlas, Ampenan. Dalam kegiatan tersebut, PT PLN (Persero) UIP Nusra turut mengundang perwakilan penerima, yakni dua anak yatim dan dua orang duafa, untuk menerima bantuan secara langsung di kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP Nusra berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa peringatan Hari Listrik Nasional menjadi kesempatan bagi insan PLN untuk merefleksikan kontribusi perusahaan, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial.

“Peringatan Hari Listrik Nasional mengingatkan kita bahwa kehadiran PLN harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim serta saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Manurung.

Kepedulian sosial tersebut, lanjut Manurung, menjadi bagian dari komitmen PLN untuk bertumbuh bersama masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan maupun melalui kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.