JAKARTA, KN — Pemerintah Kota Kupang mencatatkan capaian gemilang di tingkat nasional dengan memboyong dua penghargaan sekaligus dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Acara yang diisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI bekerja sama dengan TV One ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026).
Suasana di Grand Ballroom Hotel Bidakara berlangsung megah dan khidmat.
Panggung utama dihiasi layar LED besar berlatar biru keemasan, dipadati oleh jajaran menteri kabinet, kepala daerah, serta jajaran pejabat tinggi negara.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tampak hadir mengenakan kemeja motif tenun khas daerah yang dipadu selendang etnik, maju ke atas panggung untuk menerima secara langsung piala dan papan simbolis insentif.
Kota Kupang sukses mengamankan posisi Terbaik III untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat kota se-Regional Maluku dan Nusa Tenggara.
Poin penilaian ini mencakup perluasan akses fasilitas kesehatan, jaminan kepesertaan JKN, hingga program pemeriksaan kesehatan gratis.
Atas prestasi di bidang kesehatan tersebut, Pemkot Kupang menerima insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp1 miliar yang diserahkan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifki Nizami Karsayuda.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam pengarahannya menegaskan bahwa pemenuhan sektor kesehatan dan perumahan merupakan bagian integral dari kewajiban pemerintah daerah.
“Pendidikan, kesehatan, dan perumahan merupakan bagian dari standar pelayanan minimal yang menjadi kewajiban pemerintah daerah,” ujar Tito Karnavian di hadapan para kepala daerah.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah.
“Penghargaan ini bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, ini adalah dorongan bagi kami untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat dan terus berkembang sesuai kebutuhan warga. Pelayanan kesehatan pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak fasilitas yang dibangun, tetapi tentang seberapa banyak masyarakat yang merasa dilayani, terlindungi, dan tidak ditinggalkan,” tutur dr. Christian Widodo usai menerima penghargaan. (agn)









Tinggalkan Balasan