Maumere, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.

Dorongan tersebut disampaikan Melki saat menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur di Kantor Bank NTT Maumere, Senin (7/9/2026) malam.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Flores Timur menargetkan pembangunan 244 unit rumah di lokasi Huntap Kuhe, Kecamatan Titehena, dapat dimulai dan diselesaikan pada tahun ini.

Gubernur Melki meminta seluruh proses administrasi dan pertanahan dipercepat agar pembangunan fisik tidak kembali tertahan.

“Ini kita harus kerja cepat. Dari sisi pertanahan harus segera diselesaikan, karena pembangunan rumah dan fasilitas pendukungnya tidak boleh terus tertahan oleh persoalan administrasi,” tegas Melki.

Pembangunan Huntap relokasi terpadu direncanakan di tiga lokasi, yakni Kuhe di Desa Konga serta Todo dan Walang di Desa Lewolaga. Total luas ketiga lokasi tersebut mencapai sekitar 52,98 hektare.

Melki menegaskan Huntap tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan rumah. Kawasan relokasi juga harus dilengkapi akses jalan, air bersih, sanitasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan serta sarana pendukung mata pencaharian warga.

“Kita tidak boleh hanya fokus membangun rumah. Setelah masyarakat pindah, mereka harus bisa hidup dengan baik,” ujarnya.

Sejak erupsi Gunung Lewotobi pada akhir Desember 2024, sebanyak 2.310 kepala keluarga dari enam desa di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang terdampak. Sebanyak 238 KK memilih relokasi mandiri, sementara warga lainnya ditangani melalui skema relokasi terpadu. (*/ab)