RUTENG, KN — Rangkaian agenda peninjauan bencana di Pulau Flores berlanjut ke Kabupaten Manggarai. 

Usai menyambangi warga penyintas di Kampung Tungal, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meneruskan perjalanan menuju Kota Ruteng untuk meninjau secara langsung Posko Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.

Setibanya di lokasi, Gubernur Melki beserta rombongan disambut oleh Bupati Manggarai Heribertus Nabit di dalam area kantor posko. 

Suasana di posko tanggap darurat tampak sibuk namun teratur. 

Layar Monitor Digital Utama berukuran besar (dashboard real count) terpampang jelas di dinding, menyajikan pemetaan peta seismik BMKG bertitik merah beserta grafik data kerusakan real-time. 

Di ruangan berlatar bingkai Pancasila tersebut, Gubernur yang mengenakan jaket krem dan kaus hijau berdiskusi serius dengan Bupati Heribertus Nabit yang mengenakan jaket kuning-cokelat, dikelilingi oleh jajaran pejabat daerah dan staf BPBD yang memantau pergerakan data.

Dalam paparan resminya, Bupati Manggarai menyampaikan laporan pembaruan dampak bencana gempa bumi. 

Data sementara mencatat dampak fatalitas dan kerusakan fisik sebagai berikut:

  • Korban Jiwa: 46 orang meninggal dunia
  • Korban Luka: 58 orang luka berat dan 516 orang luka ringan
  • Pengungsi: 50.556 jiwa mengungsi
  • Kerusakan Fisik: 22.528 unit bangunan mengalami kerusakan

Laporan tersebut juga mengonfirmasi bahwa dampak bencana meluas ke hampir seluruh wilayah administratif. 

Dari total 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai, tercatat hanya Kecamatan Satar Mese Barat yang dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan.

Guna merespons besarnya skala kerusakan, Pemerintah Provinsi NTT berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mempercepat langkah penanganan darurat dan pendistribusian logistik ke titik-titik terdampak.

“Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai terus memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan darurat guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di Posko Tanggap Darurat BPBD Manggarai.

Langkah percepatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, jaminan fasilitas kesehatan, serta kesiapan infrastruktur evakuasi agar proses pemulihan wilayah Manggarai dapat berjalan optimal. (agn)