MANGGARAI BARAT, KN — Usai mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau penanganan bencana di Kabupaten Nagekeo pada Rabu (26/8/2026) malam, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena bergerak menuju wilayah terdampak lainnya di Pulau Flores.
Pemprov NTT menyambangi warga penyintas gempa bumi di Kampung Tungal, Desa Wae Mowol, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.
Di bawah remang pencahayaan malam dan dinginnya udara perbukitan Manggarai Barat, suasana di titik pengungsian Kampung Tungal terasa haru namun hangat.
Puluhan warga berkumpul di sekitar area tenda Dapur Umum Lapangan Kementerian Sosial RI.
Mengenakan kaus oblong hijau dan kacamata, Gubernur Melki berdiri melingkar bersama warga yang mengenakan jaket tebal dan peci khas daerah.
Tampak warga dari berbagai usia—mulai dari tokoh masyarakat hingga anak-anak—menyimak dengan khusyuk seraya menyampaikan langsung kondisi hunian mereka yang hancur.
Dalam peninjauan ini, Gubernur menyerahkan bantuan darurat berupa paket sembako dan terpal, sekaligus memastikan ketersediaan tempat perlindungan yang layak.
Pemprov NTT menargetkan penambahan pasokan tenda agar seluruh keluarga penyintas yang kehilangan tempat tinggal dapat tertampung dengan aman.
Selain logistik fisik, warga diimbau menjaga kondisi fisik, kesehatan, menjaga ketenangan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan pangan dan air bersih di pengungsian terpantau rutin.
“Gotong royong adalah kekuatan bangsa Indonesia dan kekuatan NTT. Di tengah bencana ini, semangat itu harus terus kita jaga agar masyarakat Flores dapat bersama-sama bangkit dan pulih,” tegas Gubernur Melki Laka Lena saat menyemangati warga.
Setelah berdialog di lokasi pengungsian, kunjungan dilanjutkan ke Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Manggarai.
Bupati Manggarai Heribertus Nabit memaparkan laporan komprehensif terkait dampak bencana di wilayahnya.
Data mencatat gempa bumi telah mengakibatkan 46 korban jiwa meninggal dunia, 58 orang luka berat, 516 orang luka ringan, serta memaksa 50.556 jiwa mengungsi. Kerusakan fisik bangunan terdata mencapai 22.528 unit.









Tinggalkan Balasan