MBAY, KN – Suasana serius menyelimuti sebuah tenda peleton militer berukuran besar yang disulap menjadi ruang pertemuan darurat pada Rabu (26/8/2026).
Di bawah benderang lampu gantung yang menerangi kanvas gelap tenda, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pemulihan pascagempa Flores di Posko Penanganan Gempa Bumi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo.
Duduk di ujung meja panjang yang dibalut taplak bermotif loreng, Presiden diapit oleh para pejabat tinggi militer Kodam IX/Udayana dan jajaran kepala daerah yang hadir mengenakan kemeja putih seragam dinas.
Dalam rapat strategis tersebut, Kepala Negara memberikan instruksi tegas agar seluruh elemen pemerintah dan aparat keamanan bekerja ekstra keras dan lebih maksimal lagi agar dapat membantu para pengungsi di lapangan.
Arahan utama difokuskan pada jaminan pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Kebutuhan esensial tersebut meliputi kelancaran pasokan logistik pangan, penyediaan air bersih, akses terhadap energi, hingga optimalisasi fasilitas layanan kesehatan.
Lebih lanjut, Presiden juga mendesak agar perbaikan infrastruktur krusial, seperti akses jalan dan jembatan, serta pemulihan sistem peringatan dini tsunami, segera dikebut.
Guna menopang akselerasi penanganan di lapangan, pemerintah pusat secara resmi mengucurkan dukungan dana kemanusiaan senilai total Rp200 miliar.
Mekanisme pembagian dana ini dialokasikan sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing dari tujuh kabupaten yang dihantam gempa, serta satu kabupaten yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi, termasuk wilayah Flores Timur.
Sisa dana sebesar Rp40 miliar kemudian diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kebutuhan koordinasi di tingkat provinsi.
Selain suntikan dana, intervensi logistik berskala besar juga dikerahkan.
Pemerintah pusat mendirikan rumah sakit lapangan dan menyiagakan 500 unit tenda darurat guna memastikan kegiatan belajar mengajar anak-anak tidak terputus.









Tinggalkan Balasan