MANGGARAI TIMUR, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, meninjau langsung dampak gempa bumi yang menerjang kawasan Seminari Pius XII Kisol, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu (22/8). 

Langkah ini dilakukan guna memastikan penanganan darurat serta penyaluran logistik bagi para pelajar dan warga terdampak berjalan optimal.

Guncangan gempa mengakibatkan beberapa bagian fisik kompleks seminari mengalami kerusakan, seperti retakan cukup besar pada dinding depan gereja utama serta atap gedung yang rubuh. 

Kendati demikian, kerangka utama bangunan dilaporkan masih berdiri kokoh. 

Untuk menjamin keselamatan, sebanyak 31 siswa kelas XII kini mengungsi dan menempati tenda-tenda darurat yang didirikan di area terbuka. 

Tenda beralaskan kasur lipat dan karpet tersebut difungsikan sebagai tempat tinggal sementara sekaligus ruang belajar.

Suasana di lokasi peninjauan tampak dinaungi terik matahari yang menyengat di bawah langit cerah berawan. 

Terlihat barisan tenda pengungsian berwarna putih, merah, dan biru berdiri tegak di lapangan rumput yang mengering. 

Warga serta para seminaris bersandal jepit dan berpakaian santai berkumpul di sekitar lokasi penyerahan. 

Gubernur Melki Laka Lena yang mengenakan kemeja motif tenun khas NTT tampak hangat menyapa pengelola, pengurus gereja, hingga anak-anak pengungsi. 

Di titik penyaluran, berkarung-karung beras, bertumpuk dus mi instan, serta kantong plastik hitam berisi paket sembako diletakkan di atas tanah rumput sebelum dibagikan secara simbolis.

Dalam kunjungannya, Melki memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengelola dan para siswa yang tetap menjaga keteguhan mental di tengah masa darurat bencana.

“Anak-anak harus tetap kuat. Kondisi boleh sulit dan tempat belajar boleh sementara, tetapi cita-cita dan masa depan tidak boleh berhenti,” tegas Melki Laka Lena di lokasi pengungsian.

Usai meninjau seminari, Gubernur melanjutkan perjalanan menuju Posko Mandiri Paroki St. Yosef Kisol yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat.