MANGGARAI, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama DPR RI terus mendistribusikan logistik dan memetakan pemulihan pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
Pada Jumat malam (21/8), Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyambangi Posko Pengungsian di Poka, Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, guna menyerahkan dua truk bantuan logistik.
Suasana di lokasi penyerahan berlangsung hangat penuh keakraban di bawah naungan atap Aula Paroki St. Fransiskus Xaverius Poka.
Di tengah cuaca malam dan penerangan penerangan lampu aula, puluhan warga pengungsi berkumpul dan menyambut rombongan dengan senyum serta tepuk tangan riuh.
Sebelumnya pada siang hari, petugas Satpol PP bersama relawan terlihat sigap membongkar muatan dari dua truk besar di bawah terik matahari, menumpuk ratusan karung beras bernuansa kuning-hijau serta dus mi instan di lapangan outdoor sebelum diserahkan.
Bantuan logistik Pemprov NTT berupa 150 karung beras, 150 dus mi instan, terpal, bantal, air minum, dan logistik dasar lainnya diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Melki Laka Lena kepada perwakilan warga, Romo Endick.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena memberikan penguatan moral kepada masyarakat terdampak agar tetap tegar dan saling bahu-membahu menghadapi situasi sulit ini.
“Pemerintah akan terus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Melki Laka Lena di hadapan para pengungsi.
Selain penyaluran bahan pokok, Gubernur menekankan pentingnya percepatan pemulihan fasilitas publik, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan.
Berdasarkan data pemerintah, terdapat lebih dari 400 fasilitas kesehatan di Flores yang mengalami kerusakan—mulai dari puskesmas, pustu, hingga dua rumah sakit.
Pemprov NTT mengapresiasi kehadiran Komisi IX DPR RI untuk mendorong percepatan perbaikan sarana medis tersebut.
Untuk sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar direncanakan menggunakan tenda darurat sementara waktu selagi bangunan sekolah direnovasi atau dibangun kembali.









Tinggalkan Balasan