KUPANG, KN — Suasana sibuk mewarnai lobi utama gedung pemerintah daerah saat belasan awak media berdesakan mengarahkan kamera dan perekam suara ke arah Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo yang mengenakan pakaian kedinasannya berwarna hitam.
Didampingi jajaran pejabat daerah yang mengenakan pakaian dinas lengkap serta selendang motif tenun khas NTT, pimpinan daerah tersebut melayani wawancara cegat (doorstop) usai agenda rapat legislatif.
Di tengah riuh suara mesin kendaraan dan sorot kamera pers, Wali Kota membeberkan komitmen Pemkot Kupang dalam membantu penanganan dampak bencana alam yang menimpa warga di Pulau Flores.
Pemerintah Kota Kupang menggalang dana kemanusiaan melalui pembentukan rekening khusus bertajuk “Pemkot Peduli Gempa Flores” di Bank NTT.
Gerakan solidaritas yang diinisiasi secara sukarela oleh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot tersebut telah mengumpulkan dana sekitar Rp30 juta sejak dibuka pada Rabu (19/8).
Jumlah ini diproyeksikan bakal terus bertambah seiring tingginya antusiasme para pegawai daerah untuk berpartisipasi.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa aksi penggalangan dana ini murni berlandaskan kesadaran moral tanpa ada unsur pemaksaan nominal bagi para pegawai.
“Rekening donasi sudah ada. Per hari ini sudah ada sekitar Rp30 juta, merupakan sumbangan dari teman-teman ASN termasuk saya juga. Ada yang menyumbang Rp50 ribu, Rp100 ribu, dan rekeningnya sudah berjalan,” ujar dr. Christian Widodo saat memberikan keterangan kepada media di Kupang, Kamis (20/8).
Ia menyoroti pentingnya empati antarwilayah dalam satu bingkai provinsi, di mana daerah tetangga wajib hadir mengulurkan bantuan.
Langkah proaktif Pemkot Kupang ini juga sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dan Pemprov NTT, serta mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang pada hari yang sama. (agn)









Tinggalkan Balasan