KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang mengundang gagasan segar dan inovatif dari kalangan generasi muda untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.
Tawaran itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, lewat gagasan “Wali Kota Challenge” yang diluncurkan di hadapan ratusan mahasiswa dan aktivis kepemudaan.
Momen penting tersebut mengemuka saat dr. Christian menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Public Discussion bertajuk “Quo Vadis Pembangunan Kota Kupang”.
Diskusi publik yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Timur ini digelar di Regan’s Caffe, Kupang, pada Sabtu (4/10/2026) malam.
Suasana diskusi berlangsung santai, hangat, namun padat gagasan di tengah interior kafe berkonsep modern industrial dengan pencahayaan lampu gantung yang syahdu.
Puluhan mahasiswa—termasuk para kader IMM berbaju jas merah khas organisasi—serta perwakilan komunitas duduk memenuhi ruangan.
Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi NTT Junaidin Mahasan, Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Thalib, pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkot Kupang, serta Ketua IMM NTT Cakti Flobamorrinci A. Kirie bersama jajaran pengurus.
Dalam pemaparannya yang interaktif sambil berdiri di depan spanduk kegiatan, dr. Christian yang mengenakan kemeja seragam dinas berwarna biru gelap menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh lagi diposisikan sekadar sebagai objek atau penonton dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak harus selalu menjadi sumber solusi. Bisa saja solusi terbaik datang dari masyarakat, dari mahasiswa, dari komunitas, dari anak-anak muda,” ungkap dr. Christian di hadapan peserta diskusi.
Lewat skema “Wali Kota Challenge”, Wali Kota membuka pintu seluas-luasnya bagi kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk mengajukan ide konkrit serta terobosan yang solutif atas masalah kota.







Tinggalkan Balasan