KUPANG, KN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan penguatan kapasitas bertajuk “Penguatan Pola Kemitraan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Kupang: Optimalisasi Pemanfaatan Website Kim.id Tahun 2026”. 

Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Kamis (25/6), bertempat di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Acara ini diinisiasi sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat peran KIM sebagai mitra strategis dalam mendiseminasikan berbagai informasi program pembangunan, pelayanan publik, serta potensi lokal langsung di tingkat kelurahan. 

Berdasarkan surat undangan resmi dengan nomor B-120/Kominfo.100.1.2/VI/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, SE., M.Si., kegiatan ini menyasar para Lurah, Ketua KIM, serta Admin KIM dari seluruh wilayah kelurahan di Kota Kupang. 

Menariknya, untuk menjaga independensi dan keterlibatan murni dari unsur masyarakat, seluruh Ketua dan Admin KIM yang diundang dipastikan bukan berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Seperti yang terlihat pada kegiatan ini, suasana di dalam Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang tampak dipadati oleh ratusan peserta yang duduk rapi di barisan kursi biru. 

Di panggung utama, terbentang latar belakang (backdrop) kegiatan bermotif biru-putih khas Diskominfo yang menampilkan visi digitalisasi lokal dan potret pimpinan daerah. 

Para Admin KIM yang hadir tampak membawa perangkat laptop masing-masing sesuai instruksi untuk langsung melakukan praktik pengelolaan konten pada platform Kim.id.

Proses registrasi dan kehadiran peserta berlangsung tertib sejak pagi hari pukul 08.30 WITA. Berdasarkan lembar daftar hadir, para peserta yang mewakili unsur Ketua dan Admin dari berbagai kelurahan secara bergantian mengisi data diri serta membubuhkan tanda tangan mereka demi akuntabilitas pelaksanaan kegiatan.

Melalui optimalisasi platform terintegrasi Kim.id, Diskominfo Kota Kupang berharap setiap kelurahan ke depan mampu memproduksi informasi yang sehat, menangkal berita bohong (hoaks), sekaligus menjadi jembatan komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah kota dan masyarakat akar rumput.