Kupang, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di NTT.
Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tindak Lanjut Rencana Aksi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh KPK ini digelar dalam format Focus Group Discussion (FGD) dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan pengawasan.
Tujuannya adalah menindaklanjuti hasil penilaian integritas sektor pendidikan serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPK dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya mengapresiasi inisiatif KPK dalam menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi Survei Penilaian Integritas Pendidikan. Sesuai harapan kita bersama, sektor pendidikan harus bersih dari praktik korupsi dan menjadi wahana penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini,” ujar Gubernur.



Tinggalkan Balasan