KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjaga keberlangsungan pembinaan prestasi atlet pencak silat daerah agar tetap berjalan di tengah tantangan efisiensi pendanaan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda audiensi antara jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., yang bertempat di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Senin (26/10/2026).
Pertemuan strategis ini secara khusus mengevaluasi rencana pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026.
Suasana di dalam ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang berlangsung dalam nuansa dialog yang cair, interaktif, dan penuh solusi konstruktif.
Di balik meja rapat utama berbalut warna gelap dengan latar lambang Garuda Pancasila dan bendera merah-putih, Wawali Serena Francis yang mengenakan busana dinas harian cokelat khaki mendengarkan dengan seksama pemaparan dari pengurus IPSI.
Ketua IPSI Kota Kupang Adrianus Tali bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., serta jajaran pengurus termasuk pelatih dan wasit duduk melingkar membahas kendala finansial.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang memperlihatkan semangat kepalan tangan solid tanda kebersamaan.
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa rencana kejuaraan yang dijadwalkan bergulir akhir Oktober terkendala defisit anggaran, di mana dana bantuan melalui KONI baru terealisasi Rp25 juta dari estimasi kebutuhan total sebesar Rp200 juta.
Menanggapi hal tersebut, Wawali Serena mendorong dilakukannya efisiensi format kejuaraan tanpa mematikan ruang kompetisi bagi atlet.
Di hadapan para pengurus cabang olahraga pencak silat, Wakil Wali Kota Serena Francis menegaskan pentingnya menjaga konsistensi pembinaan bakat anak-anak muda di Kota Kupang.
“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ungkap Serena Francis.







Tinggalkan Balasan