KUPANG, KN — Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) melakukan langkah antisipatif dan evaluasi menyeluruh terhadap agenda Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026. 

Langkah penyesuaian ini diambil menyusul adanya keterbatasan alokasi pendanaan yang dihadapi panitia pelaksana menjelang jadwal pembukaan yang semula dirancang pada 28 hingga 31 Oktober 2026.

Atmosfer pertemuan di ruang rapat pimpinan Kantor Wali Kota Kupang mencerminkan transparansi dan keterbukaan komunikasi antara unsur organisasi cabang olahraga dengan pemerintah daerah. 

Jajaran pengurus IPSI—termasuk sekretaris, bendahara, pelatih, hingga unsur wasit juri—memaparkan rincian kendala teknis dan finansial secara terbuka kepada Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis dan Kadispora Martin Alan Yoga Girsang. 

Evaluasi ini menjadi pijakan bersama agar pembinaan prestasi di tingkat usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa tidak jalan di tempat.

Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan proposal sejak Mei 2026. Namun, dengan ketersediaan dana riil yang baru mencapai sebagian kecil dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB), opsi efisiensi dan pengalihan pos anggaran pembinaan lanjutan menjadi pertimbangan utama. 

Selain itu, IPSI turut melaporkan hasil capaian atlet pencak silat Kota Kupang pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang berhasil menyabet satu medali perak dan lima medali perunggu sebagai bahan evaluasi pembinaan ke depan.

Menanggapi dinamika tersebut, Wawali Serena Francis menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk mencarikan formula terbaik, termasuk mengarahkan agar pola penganggaran kejuaraan ke depan dapat terintegrasi langsung melalui Dispora agar tata kelola program olahraga lebih terarah.

Pemerintah Kota Kupang berharap semangat para atlet dan pelatih tidak surut oleh kendala anggaran, dan pembinaan pencak silat di bumi Flobamora terus melahirkan bibit-bibit juara yang membanggakan. (agn)