KUPANG, KN — Keakuratan data dan pemahaman terhadap kebutuhan spesifik warga menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan tepat sasaran di Kota Kupang. 

Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh langkah Sinode GMIT dalam menggelar pemutakhiran data jemaat disabilitas menggunakan metode standar internasional Washington Group Questions (WGQ) pada perhelatan ToT di GMIT Getsemani Sikumana, Kamis (22/10/2026).

Atmosfer pelatihan di kompleks gereja Sikumana terasa sangat dinamis dan partisipatif. 

Para peserta ToT yang mewakili 37 klasis dari target 57 klasis se-GMIT menyimak dengan cermat materi peningkatan kapasitas fasilitator dan etika pendataan inklusif. 

Sesi pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Polda NTT, pejabat Pemkab Kupang, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Maulafa dan Kelurahan Sikumana. 

Momen menyentuh terlihat saat Wawali Serena Francis berinteraksi langsung dan merangkul peserta penyandang disabilitas saat sesi foto bersama di lorong tengah gereja.

Pelatihan ToT tahap ketiga yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 ini berhasil menghimpun 126 peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIT. 

Penataan data yang akurat diproyeksikan dapat mengidentifikasi kebutuhan ril warga, seperti penyediaan juru bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas Tuli maupun aksesibilitas fisik bagi penyandang disabilitas netra dan daksa.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menjelaskan pentingnya basis data yang valid agar kebijakan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi Pemkot Kupang maupun gereja tidak salah sasaran.

“Ketika gereja ramah disabilitas sudah diterapkan di masing-masing klasis, kita dapat mengetahui siapa saja jemaat penyandang disabilitas, termasuk lokasi tempat tinggal dan kebutuhan mereka. Dengan data yang akurat, ketika gereja maupun pemerintah memiliki program bantuan, kita bisa memastikan pelayanan tersebut menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Serena Francis.

Sementara itu, Ketua Panitia Tay Renggi dalam laporannya menyampaikan bahwa pemutakhiran data etis WGQ ini bertujuan mencetak fasilitator-fasilitator andal di tingkat tapak. 

Para alumni pelatihan diharapkan mampu mentransformasi gereja dan lingkungan masyarakat sekitar menjadi ruang yang ramah, aksesibel, dan memberikan ruang tumbuh yang bermartabat bagi setiap warga. (agn)