KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pelayanan inklusif yang dikembangkan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Training of Trainers (ToT) Gereja Ramah Disabilitas serta Pemutakhiran Data Insan dengan Disabilitas bagi 57 klasis se-GMIT yang dipusatkan di GMIT Getsemani Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Kamis (22/10/2026).
Suasana di dalam tempat ibadah GMIT Getsemani Sikumana berlangsung sangat khidmat, teduh, dan sarat akan semangat persaudaraan yang merangkul.
Gedung gereja bernuansa dinding kayu jati yang hangat dipenuhi puluhan perwakilan pendeta, ketua majelis klasis, pemuda, hingga penyandang disabilitas yang duduk bersanding dengan penuh keakraban.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., yang tampil elegan berbalut atasan hitam bermotif tenun ikat NTT dan syal selendang putih, berdiri di podium mimbar berhiaskan rangkain bunga segar untuk memberikan arahan resmi.
Usai membawakan sambutan, Wawali Serena disambut hangat oleh Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th., dan Ketua Majelis Jemaat Pdt. Nitta Dimoe Djami-Theedens, S.Th., sebelum melakukan foto bersama di hadapan altar.
Kegiatan pelatihan lintas wilayah ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas mandat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, guna memastikan seluruh sarana ibadah dan pelayanan rohani bebas dari diskriminasi.
Dalam sambutan resminya di hadapan ratusan peserta ToT dan pimpinan Sinode GMIT, Wakil Wali Kota Serena Francis menggarisbawahi pentingnya pemenuhan hak-hak dasar warga disabilitas secara setara.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi kepada GMIT dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Penyandang disabilitas memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berparticipasi dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat. Mari kita rangkul saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Jangan biarkan mereka merasa tertinggal atau tidak dilibatkan,” ujar Wakil Wali Kota Serena Francis di mimbar gereja.







Tinggalkan Balasan