Selain itu narasumber lainnya, Frans Pati Herin, menitikberatkan pada transformasi cara berpikir aparatur pemerintah agar dapat beralih dari format rilis formal birokratis yang kaku menuju karya jurnalistik yang substansial, tajam, dan memikat perhatian publik maupun media massa.
Selain membahas hal tersebut, Frans juga mengajak para peserta untuk melaksanakan praktik simulasi penulisan siaran pers.
Untuk diketahui, Kegiatan ini juga didukung oleh SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), program kemitraan Australia–Indonesia yang berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar. Dalam kegiatan ini, SKALA mendukung penguatan komunikasi publik mengenai kebijakan, program, dan capaian pembangunan, termasuk upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar bagi kelompok rentan serta mendorong kebijakan yang lebih inklusif. Capaian di bidang penguatan data dan analisis, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga menjadi bagian dari topik yang dipelajari dan dikembangkan oleh peserta menjadi materi tulisan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami konteks, kebijakan, dan capaian pembangunan di NTT serta mampu mengomunikasikannya melalui tulisan yang informatif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. (*/ab)






Tinggalkan Balasan