Kupang, KN – Aparatur Sipil Negara (ASN) masa kini memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam komunikasi pemerintahan dan penyampaian informasi publik. Melalui setiap tugas, pelayanan, dan interaksi dengan masyarakat, ASN menjadi bagian dari wajah pemerintah yang dituntut mampu menyampaikan kebijakan dan program secara jelas, akurat, terbuka, dan mudah dipahami publik serta menjaga citra positif pemerintah.

Beranjak dari hal tersebut, Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi NTT bekerja sama dengan pihak SKALA serta Kompas Institute menggelar Workshop Fasilitasi Teknis Kepemimpinan Provinsi dan Komunikasi Kebijakan Untuk Program-Program Prioritas serta Layanan Dasar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari (23 – 25 September 2026) bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT dalam rangka penguatan kapasitas aparatur dalam komunikasi pemerintahan, keterampilan jurnalistik, pengelolaan informasi publik, dan media digital.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Frans Sales Sodo, menegaskan urgensi adaptasi aparatur pemerintah daerah dituntut tidak hanya mampu merumuskan kebijakan, melainkan juga mengomunikasikan program-program prioritas dan layanan dasar secara transparan sekaligus mengelola umpan balik masyarakat secara efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama Biro Administrasi Pimpinan dan SKALA dalam pelaksanaan kegiatan workshop fasilitasi teknis kepemimpinan provinsi dan komunikasi kebijakan untuk program-program prioritas serta pelayanan dasar tersebut.

“Kita ingin agar program dan kegiatan pemerintah provinsi bisa dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat serta juga bisa mendapatkan feedback dari masyarakat secara efektif,” kata Frans.

Ia mengatakan, pengelolaan komunikasi kebijakan menuntut keahlian teknis khusus serta komitmen aparatur dalam mengolah data mentah menjadi narasi publik. “Keterampilan ini krusial untuk mencegah disinformasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ungkap beliau.