KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 SMAN 3 Kupang untuk meresmikan program One School One Product (OSOP) sekaligus melakukan penanaman perdana di kebun sekolah pada Jumat (11/9) sore.
Kehadiran kepala daerah yang baru saja tiba dari perjalanan dinas di Flores ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan dan keterampilan praktis generasi muda di NTT.
Suasana di area kampus SMAN 3 Kupang sore itu berlangsung sangat meriah, hangat, dan penuh antusiasme.
Ratusan siswa berbaju seragam putih-abu berbaris rapi di bawah tenda acara, bertepuk tangan riuh menyambut rombongan pemerintah daerah.
Pada bagian panggung utama, terpasang latar dekorasi biru-putih bertuliskan perayaan HUT ke-53 sekolah lengkap dengan layar LED besar untuk peresmian tiga inovasi digital: Aplikasi Kelasio SMANNTIQ, Aplikasi Marketplace OSOP SMANTIQ, dan EduFarm SMANTIQ.
Kemeriahan makin terasa di area bazar One School One Product yang membentang di bawah spanduk bertema SMAN 3 Kupang Berkarya, Berinovasi, Berwirausaha.
Stan-stan pameran dipenuhi aneka produk pangan lokal olahan murid, minuman segar, hingga kerajinan olahan non-pangan.
Gubernur Melki Laka Lena terlihat berkeliling mendatangi meja-meja bazar satu per satu, berbincang akrab dengan para siswa yang antusias memaparkan dan menawarkan produk buatan tangan mereka.
Dalam amanatnya, Gubernur menekankan pentingnya peran sekolah dalam memfasilitasi integrasi antara teori akademik dan praktik wirausaha berbasis potensi lokal.
“Saya ingin sekolah bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga tempat anak-anak belajar menanam, mengolah, berinovasi, berwirausaha, dan mencintai potensi daerahnya,” tegas Melki Laka Lena di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kesuksesan pembangunan daerah di masa depan tidak hanya diukur dari angka-angka pada lembar penilaian akademik, melainkan dari keberanian menghasilkan karya nyata.
“Karena saya percaya, masa depan NTT tidak cukup dibangun dari nilai rapor. Ia harus ditanam, dirawat, dan diwujudkan menjadi karya,” ujar Gubernur NTT.
Selain meresmikan program OSOP dan meninjau kebun sekolah, Gubernur memberikan pesan motivasi agar seluruh civitas akademika tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan hidup.
“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Justru ketika situasi sulit, di situlah karakter kita diuji,” tuturnya.
Menutup sambutannya pada momentum peringatan usia ke-53 tahun sekolah tersebut, Melki menantang SMAN 3 Kupang untuk terus meningkatkan kualitas dan menjadi garda terdepan pendidikan di NTT melalui kerja sama seluruh ekosistem sekolah.
“Usia 53 tahun SMAN 3 Kupang harus menjadi awal lompatan baru. Saya tantang: jadilah salah satu sekolah terbaik, bahkan nomor satu di NTT. Kepala sekolah, guru, siswa, alumni, komite, pemerintah, dan semua ekosistem harus bergerak bersama,” pungkasnya. (agn)









Tinggalkan Balasan