KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyambut langsung kedatangan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan/Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, di Area VIP Pemda Bandara El Tari Kupang pada Senin (14/9).
Kunjungan kerja ini menjadi agenda penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong transisi energi serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan di wilayah kepulauan tersebut.
Suasana apron bandara siang itu terasa penuh kehangatan di bawah terik matahari Kota Kupang yang cerah.
Begitu turun dari pesawat jet komersial, Hashim Djojohadikusumo yang mengenakan kemeja bermotif batik biru disambut senyum hangat oleh jajaran pimpinan daerah.
Wagub Johni Asadoma yang mengenakan seragam dinas cokelat lengkap dengan kacamata hitam mengalungkan kain tenun ikat motif khas NTT sebagai bentuk pengagungan dan penyambutan adat Flobamorata.
Prosesi dilanjutkan dengan jabat tangan erat serta perbincangan akrab di area landasan sebelum rombongan bergerak menuju ruang VIP Pemda.
Kunjungan ini berfokus pada penguatan kerja sama strategis, khususnya dalam optimalisasi potensi energi baru terbarukan (EBT) dan penanganan ancaman perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur.
Dalam perjumpaan tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan/Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan komitmen Pemerintah Pusat untuk terus mengawal isu-isu lingkungan di daerah.
“Pemerintah Pusat berkomitmen mendampingi wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih dan pelestarian lingkungan. NTT memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor keberlanjutan energi hijau yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Hashim Djojohadikusumo di sela-sela penjemputan.
Sementara itu, jajaran Pemerintah Provinsi NTT menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi secara konkret guna menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional.









Tinggalkan Balasan