“Gempa tidak hanya merobohkan rumah. Ia juga bisa mengguncang dapur, pasar, dan penghasilan banyak keluarga. Karena itu, pemulihan Flores tidak boleh berhenti pada membangun kembali jalan dan jembatan. Kita juga harus memastikan roda ekonomi masyarakat kembali bergerak,” ujar Melki Laka Lena.
Guna mengeksekusi langkah pemulihan tersebut secara efektif, dibutuhkan sinergi yang solid dan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah kabupaten.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dunia usaha, akademisi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat harus berjalan bersama. Saya ingin pemulihan ini bukan sekadar mengembalikan apa yang hilang, tetapi membangun ekonomi NTT yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya. (agn)









Tinggalkan Balasan