Gubernur Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, serta pemerintah provinsi tetangga.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dampak gempa berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Namun, menurut Melki, penanganan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah mulai mempersiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Penanganan gempa Flores tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Setelah fase ini berakhir, pekerjaan besar masih menanti, terutama rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Kerusakan akibat gempa, lanjut Melki, tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Karena itu, proses pemulihan membutuhkan kerja bersama dan waktu yang tidak singkat. Pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, masyarakat, serta pemerintah provinsi tetangga.
“Sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, masyarakat, serta provinsi tetangga akan terus kita perkuat agar Flores dapat segera bangkit dan masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak,” ujarnya.
Kunjungan Gubernur Melki ke Posko Dampek menjadi bagian dari langkah Pemprov NTT untuk melihat langsung kondisi masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sekaligus memperkuat koordinasi penanganan dan pemulihan pascagempa.
Dengan demikian, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, tetapi juga pada upaya memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak setelah bencana. (oan/ab)









Tinggalkan Balasan