Yogyakarta, KN – Upaya Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena membangun solidaritas lintas daerah, untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores, mendapat respons positif dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan bantuan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar kepada Pemprov NTT, sekaligus perhatian khusus bagi mahasiswa NTT terdampak gempa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT Florida Taty Satyawati di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Florida mengatakan, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Sri Sultan atas dukungan tersebut.
“Beliau menyampaikan, begitu nanti selesai penyerahan bantuan, beliau akan mengucapkan terima kasih kepada Ngarsa Dalem, karena memang sahabat lama,” ujar Florida.
Menurut Florida, DIY menjadi provinsi pertama yang memberikan bantuan khusus living cost bagi mahasiswa NTT terdampak gempa.
“Sepengetahuan kami, Provinsi DIY adalah provinsi pertama yang memang memberikan bantuan khusus untuk mahasiswa, untuk cost living-nya,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 545 mahasiswa NTT di Yogyakarta terdampak gempa. Pemda DIY menyiapkan bantuan pangan berupa beras 405 kilogram per bulan, telur, abon ayam dan mi instan hingga Desember 2026.
Pemda DIY juga telah menerbitkan surat edaran kepada perguruan tinggi, agar memberikan keringanan atau kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa NTT terdampak bencana.
Selain bantuan Rp1 miliar, Pemda DIY menyiapkan obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp38,48 juta. Sektor jasa keuangan DIY juga menghimpun bantuan Rp90 juta melalui Bank Indonesia, OJK, FKIJK dan BPD DIY untuk disalurkan melalui Baznas.
Sri Sultan mengatakan, dukungan kepada mahasiswa dari daerah terdampak bencana merupakan tradisi yang telah dilakukan sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
“Dari peristiwa itu sampai sekarang selalu kita punya tradisi melakukan hal yang sama bagi mahasiswa-mahasiswa yang kena dampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Pemprov NTT terus membuka ruang partisipasi masyarakat dan diaspora melalui posko bantuan di Yogyakarta dan Jakarta. Bantuan yang dihimpun selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak.
Florida menyebut kebutuhan mendesak di lokasi bencana saat ini antara lain tenaga kesehatan, tenda dan makanan siap saji.
Respons DIY juga mendapat apresiasi dari masyarakat NTT di Yogyakarta.
Sesepuh NTT di DIY Moris Sarumaha mengatakan BPBD DIY menjadi pihak pertama yang menghubungi mereka untuk mendata mahasiswa NTT terdampak.
“Jadi kami sangat berterima kasih bahwa yang paling respons pertama adalah dari DIY,” katanya.
Bagi Pemprov NTT, dukungan tersebut menjadi bagian dari solidaritas lintas daerah untuk membantu masyarakat terdampak gempa sekaligus memastikan mahasiswa NTT di luar daerah tetap mendapat perhatian selama masa tanggap darurat. (*/ab)









Tinggalkan Balasan