MANGGARAI, KN — Terik matahari di kawasan pesisir tak menyurutkan langkah rombongan pejabat pusat dan daerah saat menapakkan kaki di Posko Penampungan Pengungsi Barangkolong, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Selasa (18/8).
Suasana di lokasi pengungsian terasa haru sekaligus riuh oleh kehadiran ratusan warga terdampak bencana gempa bumi yang berkumpul di sekitar tenda-tenda darurat.
Deretan truk logistik bermuatan tandon air, kasur pengungsian, hingga paket bantuan sosial tampak terparkir di sekitar lokasi penampungan untuk segera didistribusikan.
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Selain mendatangi posko penampungan utama di Reo, rombongan juga bergerak menuju wilayah terdampak bencana di kawasan Ronting, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, demi menyapa langsung warga serta mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mendesak masyarakat di tengah masa tanggap darurat.
Rombongan sempat memasuki tenda medis darurat untuk melihat langsung kondisi lansia dan warga yang terbaring mendapat perawatan medis serta cairan infus di atas velbed pengungsian.
Guna mempercepat penanganan bencana di lapangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mendirikan 8 Posko Tanggap Bencana dan menyiagakan 236 personel BKO.
Pasukan khusus ini dibekali kualifikasi pencarian dan pertolongan (SAR), penanganan evakuasi, tim medis, pendampingan pemulihan trauma (trauma healing), pengamanan area, hingga penyaluran logistik pengungsi.
Rangkaian bantuan yang disalurkan mencakup pasokan obat-obatan, alas tidur, tandon air bersih, serta paket sembako.
Di tengah dinamika penanganan bencana, perhatian penuh difokuskan pada perlindungan kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, hingga warga yang membutuhkan rujukan medis darurat.
Langkah ini diperkuat melalui keterpaduan kerja antara Pemerintah Pusat, Pemprov NTT, Pemkab Manggarai dan Manggarai Timur, TNI-Polri, BNPB, serta relawan kemanusiaan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Penanganan terus diperkuat melalui sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, BNPB, tenaga kesehatan, relawan, dan seluruh unsur terkait,” tegas Melkiades Laka Lena dalam keterangannya saat mendampingi kunjungan kerja tersebut.
“Kita tidak boleh meninggalkan satu pun warga yang terdampak. Penanganan harus cepat, terkoordinasi, tepat sasaran, dan terus dievaluasi setiap hari,” lanjutnya menyinggung komitmen penanganan gempa di Pulau Flores.
Meski terhambat oleh keterbatasan akses darat di beberapa titik lokasi, pemerintah bersama tim gabungan terus mengoptimalkan jalur distribusi udara dan laut.
Langkah ini diambil guna menjamin seluruh bantuan logistik, kebutuhan spesifik pengungsi, serta layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh pelosok daerah terdampak tanpa terkecuali. (agn)









Tinggalkan Balasan