KUPANG, KN — Kesibukan luar biasa mewarnai geladak KMP Ile Labalekan di bawah sorotan lampu kapal pada Minggu (16/08) malam.
Suara mesin truk berderu bersahut-sahutan dengan arahan para petugas berseragam keselamatan dan rompi BNPB yang memandu armada pengangkut logistik masuk satu per satu ke dalam lambung kapal.
Di atas bak-bak truk berukuran besar, tumpukan terpal biru, kasur lipat berbungkus plastik, boks-boks bantuan logistik, hingga material darurat terikat kencang di bawah penutup terpal hijau.
Spanduk bertuliskan bantuan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum terpasang mencolok di badan kendaraan, menandai kesiapan operasi pengiriman bantuan lintas instansi untuk masyarakat terdampak di Pulau Flores.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat memimpin koordinasi penanganan pascabencana dengan memberangkatkan bantuan logistik tahap awal tepat pada malam hari.
Langkah responsif ini melibatkan sinergi erat bersama Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, instansi TNI-Polri, serta pemerintah daerah setempat guna memastikan penanganan darurat berjalan terintegrasi dan responsif.
“Kami terus memastikan bantuan dapat bergerak cepat dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah kabupaten, dan seluruh pihak terkait akan terus bekerja bersama dalam penanganan bencana ini,” tulis Melki Laka Lena dalam pernyataan resminya malam ini.
Dalam pengiriman gelombang pertama ini, sebanyak 17 unit truk logistik dikerahkan melintasi jalur laut menuju Pelabuhan Ende.
Armada tersebut memuat berbagai kebutuhan pokok darurat, mulai dari makanan, perlengkapan tidur, hingga material penunjang lainnya yang disumbangkan oleh berbagai pihak penanggung jawab.
Seluruh bantuan ini dijadwalkan langsung disalurkan secara terukur ke titik-titik lokasi bencana di kawasan Flores.
Guna mempercepat proses pendistribusian dan memperluas cakupan wilayah penanganan, Pemerintah Provinsi NTT telah menyiagakan pengiriman tahap berikutnya.
Jika sesuai rencana, satu kapal armada tambahan akan diberangkatkan pada esok hari sekitar pukul 10.00 WITA untuk mengangkut pasokan logistik susulan.
Kerja kolaboratif ini diharapkan dapat memangkas waktu distribusi sehingga pemenuhan kebutuhan dasar para korban gempa dapat terpenuhi secara optimal. (agn)









Tinggalkan Balasan