SIKKA, KN — Suasana haru menyelimuti tenda darurat di salah satu kecamatan terpencil di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu (16/8). 

Puluhan warga terdampak bencana gempa Flores—terdiri dari para ibu yang menggendong balita hingga lansia berbalut kain tenun khas daerah—duduk berderet menanti kedatangan rombongan Relawan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) NTT. 

Di tengah keterbatasan fasilitas dan tempat tinggal sementara yang beralaskan seadanya, raut wajah lelah para penyintas perlahan berubah menjadi senyum syukur saat paket donasi mulai diturunkan dan dibagikan secara langsung.

Penyerahan bantuan yang berlangsung tepat sehari menjelang peringatan kemerdekaan ini menyasar wilayah terisolasi yang membutuhkan pasokan logistik darurat setelah diguncang gempa bumi. 

Penyerahan logistik dilakukan secara bergotong royong oleh jajaran pengurus dan relawan di lokasi darurat.

Puji Tuhan, kemarin, 16 Agustus, kami bisa menyalurkan bantuan dari Gekrafs NTT ke salah satu kecamatan terpencil di Pulau Palue, Sikka yang juga terdampak gempa. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga di sana,” ujar perwakilan tim relawan Gekrafs NTT, Dean Asadoma saat menyerahkan logistik di lokasi.

Aksi tanggap darurat ini digerakkan sebagai wujud kepedulian nyata sektor ekonomi kreatif terhadap bencana kemanusiaan yang menimpa daerah-daerah terpencil di NTT. 

Ketua DPW Gekrafs NTT, Serena Cosgrova Francis, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus hadir mendampingi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan di masa-masa sulit pascabencana.

Gekrafs NTT tidak hanya fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Penyaluran bantuan ke Pulau Palue ini merupakan komitmen kami untuk memastikan saudara-saudari kita di kawasan terpencil tidak merasa berjuang sendirian pascagempa,” tegas Ketua DPW Gekrafs NTT, Serena Cosgrova Francis.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok vital, mulai dari tumpukan kardus mi instan, rak telur ayam, hingga berbagai barang kebutuhan harian lainnya. 

Logistik tersebut ditumpuk rapi di area posko sebelum dibagikan satu per satu kepada perwakilan keluarga penerima manfaat. 

Kehadiran tim relawan di pulau terpencil tersebut menjadi penegas bahwa semangat solidaritas dan gotong royong terus menyala di Nusa Tenggara Timur. (agn)