“Bank NTT berharap bahwa para anggota dewan sekaligus pengurus parpol lewat partai masing-masing bisa mengumpulkan para pelaku UMKM dan berkomunikasi serta mengundang Bank NTT memberikan sosialisasi terkait akad KUR ini,” ungkapnya.
“Sebab sekarang ini dari dana KUR yang tersedia Rp350 miliar, yang sudah direalisasi baru mencapai angka Rp20 miliar,” lanjut Kristoforus.
Ia menjelaskan, Bank NTT membutuhkan dukungan berbagai media dan wadah untuk memperluas informasi mengenai program KUR kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Bank NTT sangat membutuhkan banyak media dan wadah untuk menyampaikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM agar bisa terserap semuanya dalam waktu tiga bulan ke depan,” katanya.
Karena itu, Kristoforus menilai keterlibatan berbagai pihak dalam menyosialisasikan program KUR merupakan hal yang positif, selama tujuannya untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Ia kembali menegaskan bahwa kesempatan untuk mengundang Bank NTT melakukan sosialisasi KUR terbuka bagi semua pihak, bukan hanya Partai Golkar.
“Jadi kesimpulannya, tidak hanya Partai Golkar, partai lain dan wadah lain pun dipersilakan seluas-luasnya untuk mengundang Bank NTT melakukan sosialisasi terkait akad KUR ini,” tegasnya. (*)



Tinggalkan Balasan