KUPANG, KN — Wakil Ketua Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kristoforus Loko, memberikan penjelasan terkait surat internal Bank NTT yang beredar dan dikaitkan dengan kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelar atas undangan DPD Partai Golkar NTT.
Kristoforus mengatakan, sebagai salah satu pimpinan komisi di DPRD NTT yang bermitra dengan Bank NTT, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Direktur Utama Bank NTT untuk memperoleh penjelasan mengenai hal tersebut.
“Sebagai salah satu Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT yang bermitra dengan Bank NTT, saya perlu menyampaikan hasil komunikasi saya dengan Dirut Bank NTT terkait hal yang sedang kita diskusikan,” kata Kristoforus.
Menurut dia, surat yang beredar tersebut merupakan memo internal Bank NTT untuk menghadiri kegiatan sosialisasi terkait akad KUR yang akan dikucurkan Bank NTT. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas undangan DPD Partai Golkar NTT.
“Surat yang beredar adalah memo internal Bank NTT untuk menghadiri acara sosialisasi terkait akad KUR yang akan dikucurkan Bank NTT atas undangan dari DPD Partai Golkar NTT,” ujarnya.
Kristoforus menegaskan, dalam memo internal tersebut juga disebutkan secara jelas bahwa tuan rumah kegiatan adalah DPD Partai Golkar NTT. Sementara Bank NTT hadir dalam kapasitas sebagai narasumber.
“Dari memo internal termaktub maksud jelas bahwa tuan rumah acara ini adalah DPD Partai Golkar NTT, sedangkan pihak Bank NTT hadir sebagai narasumbernya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi KUR tidak hanya terbatas pada Partai Golkar. Bank NTT, kata dia, membuka kesempatan seluas-luasnya kepada berbagai lembaga maupun wadah, termasuk partai politik, untuk mengundang Bank NTT memberikan materi sosialisasi mengenai akad KUR.
“Bank NTT membuka kesempatan kepada lembaga atau wadah apa pun, termasuk partai politik, untuk mengundang Bank NTT memberikan materi sosialisasi akad KUR ini,” katanya.
Menurut Kristoforus, langkah tersebut penting karena Bank NTT masih memiliki target penyaluran KUR yang cukup besar. Dari total dana KUR yang tersedia sebesar Rp350 miliar, hingga saat ini baru sekitar Rp20 miliar yang telah direalisasikan.
“Bank NTT berharap bahwa para anggota dewan sekaligus pengurus parpol lewat partai masing-masing bisa mengumpulkan para pelaku UMKM dan berkomunikasi serta mengundang Bank NTT memberikan sosialisasi terkait akad KUR ini,” ungkapnya.
“Sebab sekarang ini dari dana KUR yang tersedia Rp350 miliar, yang sudah direalisasi baru mencapai angka Rp20 miliar,” lanjut Kristoforus.
Ia menjelaskan, Bank NTT membutuhkan dukungan berbagai media dan wadah untuk memperluas informasi mengenai program KUR kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Bank NTT sangat membutuhkan banyak media dan wadah untuk menyampaikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM agar bisa terserap semuanya dalam waktu tiga bulan ke depan,” katanya.
Karena itu, Kristoforus menilai keterlibatan berbagai pihak dalam menyosialisasikan program KUR merupakan hal yang positif, selama tujuannya untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Ia kembali menegaskan bahwa kesempatan untuk mengundang Bank NTT melakukan sosialisasi KUR terbuka bagi semua pihak, bukan hanya Partai Golkar.
“Jadi kesimpulannya, tidak hanya Partai Golkar, partai lain dan wadah lain pun dipersilakan seluas-luasnya untuk mengundang Bank NTT melakukan sosialisasi terkait akad KUR ini,” tegasnya. (*)



Tinggalkan Balasan