Menurut Fransisco Bessi, dokumen dan keterangan tersebut akan disampaikan dalam proses pemeriksaan etik.
“Data itu jelas nanti kami sampaikan di dalam kode etik nanti. Ceritanya akan jadi terang. Banyak hal di sini,” ungkapnya.
Fransisco juga menegaskan bahwa pengembalian uang sekitar Rp200 juta tersebut perlu dilihat secara utuh. Ia menyebut pengembalian uang itu merupakan permintaan dari Bildad Thonak setelah sebelumnya terdapat janji terkait upaya hukum yang akan dilakukan.
“Pengembalian uang Rp200-an juta itu perlu saya garis bawahi. Itu permintaan dari Bildad sendiri,” ungkap Fransisco.
Ungkap Dugaan Janji Kemenangan hingga MA
Fransisco kemudian mengklaim Bildad sebelumnya menjanjikan kemenangan dalam perkara hingga tingkat Mahkamah Agung (MA). Ia juga menyebut adanya klaim mengenal pejabat di MA serta pencatutan nama Ketua Pengadilan Negeri.
Fransisco mengaku telah membaca sejumlah percakapan yang menurutnya menunjukkan adanya upaya untuk meyakinkan Izhak Rihi bahwa perkara tersebut akan dimenangkan.
“Hal-hal seperti itu mengerikan,” jelasnya.
Atas dasar itu, Fransisco mempertanyakan narasi yang menyebut pihaknya meminta damai ataupun takut menghadapi proses hukum.
“Jadi bagaimana bisa katakan kami minta damai dan takut, sedangkan data kami lengkap. Jadi semua ini kami sudah ajukan di dewan kehormatan,” tegasnya.
Fransisco mengatakan pihaknya memilih membawa persoalan tersebut ke ranah etik sebagai salah satu upaya untuk menguji dugaan pelanggaran yang mereka persoalkan. Menurutnya, proses etik dan pidana memiliki konsekuensi pembuktian yang berbeda.
“Kalau etik terbukti, maka pidana terbukti. Tetapi pidana terbukti, belum tentu etik terbukti. Makanya kami mulai dari etik,” ujarnya.
“Kita buktikan dulu di etik. Karena Bildad waktu itu menjanjikan kemenangan untuk Izhak Rihi. Bukan uang jasa lawyer,” lanjut Fransisco.
Ia menegaskan pembayaran jasa advokat berbeda dengan uang yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.
“Kalau uang jasa lawyer, sepengetahuan saya, mana bisa dikembalikan. Karena itu hak saya. Karena saya kerja, dan saya dibayar secara profesional,” katanya.



Tinggalkan Balasan