Salah satu pelaku UMKM setempat, Shinta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penyelenggaraan ajang kebudayaan yang berdampak langsung pada pendapatan masyarakat tersebut.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya acara seperti ini. Selain meramaikan lingkungan, perputaran ekonomi warga jadi sangat terbantu karena barang dagangan kami laku keras dibeli para pengunjung dan peserta perayaan,” ujar Shinta di sela-sela melayani pembeli di lapaknya.

Melalui perpaduan antara pelestarian tradisi budaya dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, 

Festival Nun Baun Sabu berhasil membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan mampu menjadi ruang inklusif yang menghidupkan semangat kebersamaan sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga di tingkat basis. (agn)