Kegiatan positif di tingkat basis warga ini dinilai sangat selaras dengan komitmen dan program Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam penguatan modal sosial serta pelestarian budaya kebersamaan masyarakat. 

Melalui penguatan peran Karang Taruna dan lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan, Pemkot Kupang terus mendorong ruang-ruang interaksi publik guna memelihara kerukunan antarwarga, memperkuat nilai gotong royong, serta membentengi generasi muda dengan aktivitas yang produktif.

Ajang pemberdayaan kepemudaan seperti ini juga mempertegas pentingnya kolaborasi antara elemen pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama dalam membangun kohesi sosial di tengah dinamika perkotaan Kota Kupang.

Partisipasi Lintas Generasi

Turnamen ini diikuti oleh 14 tim yang terdiri dari 8 tim putra dan 6 tim putri yang mewakili RT dan RW di wilayah Bakunase II. Pemain yang terlibat merupakan kolaborasi lintas generasi, melibatkan pemuda hingga para orang tua setempat. Panitia juga masih memberi kesempatan bagi RT/RW lain yang ingin menyusulkan perwakilan timnya.

Senada dengan hal tersebut, One, perwakilan pemuda dari seksi acara, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya turnamen ini.

“Kami dari panitia dan generasi muda di Bakunase II sangat bersyukur acara ini bisa terlaksana dengan lancar. Turnamen ini kami rancang untuk memupuk kebersamaan antar-RT sekaligus memberi ruang kegiatan positif bagi anak-anak muda di sekitar Lapangan GMIT Alfa Omega Labat,” tutur One.

Rangkaian turnamen ini dijadwalkan berlangsung hingga puncak penutupan pada 17 Agustus 2026. 

Selain pertandingan bola voli, panitia juga menyiapkan berbagai lomba tradisional pendamping—seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang—untuk semakin memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan pembuka antar-RT yang disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari para penonton di pinggir lapangan. (agn)