KUPANG, KN — Atmosfer kebersamaan dan antusiasme warga tampak menghiasi Lapangan GMIT Alfa Omega Labat, Kelurahan Bakunase II, pada Senin (3/8) sore. 

Sejak pukul 16.00 WITA, area pelataran kompleks gereja yang dinaungi peneduh dan pepohonan rindang dipadati masyarakat—mulai dari kalangan pemuda, kaum bapa dan ibu, hingga anak-anak—yang antusias menyambut pembukaan Turnamen Bola Voli Antar-RT tingkat Kelurahan Bakunase II.

Arena pertandingan yang dikelilingi spanduk dukungan sponsor daerah seperti Yamaha ini menjadi tempat berkumpulnya warga. Tampak pula jajaran pemerintah kelurahan berpakaian dinas cokelat, perwakilan kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, majelis jemaat, serta tokoh masyarakat duduk bersama di bawah tenda acara.

Meskipun sedianya direncanakan untuk dibuka oleh Wali Kota Kupang, pimpinan daerah berhalangan hadir dikarenakan agenda kerja yang padat. Kehadiran Wali Kota Kupang diwakili oleh Kepala Seksi dari pihak Kecamatan Kota Raja yang hadir secara resmi untuk membuka kompetisi tersebut.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Seksi dari Kecamatan Kota Raja menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dan menekankan pentingnya ajang ini bagi pembinaan anak muda di tingkat basis.

Menurutnya, ajang turnamen voli antar-RT ini merupakan wadah yang sangat baik untuk mempererat persaudaraan antarwarga di Kelurahan Bakunase II. Selain menjaga kebugaran tubuh, melalui kompetisi ini juga dapat menjaring potensi dan bakat-bakat muda di bidang olahraga voli yang kelak bisa membawa nama baik Kota Kupang.

Turnamen ini diinisiasi oleh Karang Taruna Kelurahan Bakunase II bekerja sama dengan Pemuda Jaol, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kelurahan Bakunase II dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Ketua LPM Kelurahan Bakunase II, Melkianus Wewo, menegaskan bahwa ajang turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi warga di momentum menyambut HUT Kemerdekaan RI.

“Tujuan daripada kegiatan ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan antarwarga Kelurahan Bakunase II, sekaligus memeriahkan HUT RI. Sistemnya memeriahkan dan tidak mementingkan juara, tetapi kebersamaan dan kesatuan antarwarga,” ujar Melkianus Wewo di lokasi acara.

Kegiatan positif di tingkat basis warga ini dinilai sangat selaras dengan komitmen dan program Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam penguatan modal sosial serta pelestarian budaya kebersamaan masyarakat. 

Melalui penguatan peran Karang Taruna dan lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan, Pemkot Kupang terus mendorong ruang-ruang interaksi publik guna memelihara kerukunan antarwarga, memperkuat nilai gotong royong, serta membentengi generasi muda dengan aktivitas yang produktif.

Ajang pemberdayaan kepemudaan seperti ini juga mempertegas pentingnya kolaborasi antara elemen pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama dalam membangun kohesi sosial di tengah dinamika perkotaan Kota Kupang.

Partisipasi Lintas Generasi

Turnamen ini diikuti oleh 14 tim yang terdiri dari 8 tim putra dan 6 tim putri yang mewakili RT dan RW di wilayah Bakunase II. Pemain yang terlibat merupakan kolaborasi lintas generasi, melibatkan pemuda hingga para orang tua setempat. Panitia juga masih memberi kesempatan bagi RT/RW lain yang ingin menyusulkan perwakilan timnya.

Senada dengan hal tersebut, One, perwakilan pemuda dari seksi acara, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya turnamen ini.

“Kami dari panitia dan generasi muda di Bakunase II sangat bersyukur acara ini bisa terlaksana dengan lancar. Turnamen ini kami rancang untuk memupuk kebersamaan antar-RT sekaligus memberi ruang kegiatan positif bagi anak-anak muda di sekitar Lapangan GMIT Alfa Omega Labat,” tutur One.

Rangkaian turnamen ini dijadwalkan berlangsung hingga puncak penutupan pada 17 Agustus 2026. 

Selain pertandingan bola voli, panitia juga menyiapkan berbagai lomba tradisional pendamping—seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang—untuk semakin memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan pembuka antar-RT yang disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari para penonton di pinggir lapangan. (agn)