Kawasan tersebut, kata Ketua IWAPI NTT ini, akan memiliki tiga lapangan, terdiri atas dua lapangan luar ruang dan satu lapangan dalam ruang, lengkap dengan enam pitch turf.

Pembangunan lapangan pertama ditargetkan rampung tahun ini sebagai bagian dari kesiapan NTT menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTB.

“Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan olahraga, tetapi juga kami konsep sebagai kawasan sport tourism. Kami menyiapkan dua unit kapal agar para atlet maupun tamu dapat menikmati wisata bahari dengan berlayar dan memancing di pulau-pulau kecil sekitar NTT,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Inche juga memohon dukungan Dubes Australia agar mempercepat kedatangan kurator asal Australia, Jack Malvin, yang akan membantu pembangunan pitch turf internasional.

Menurutnya, kehadiran Jack Malvin sangat penting agar proses pembangunan lapangan dapat selesai sesuai target pada tahun ini.
Selain itu, PCI NTT telah merencanakan penyelenggaraan Turnamen Persahabatan Internasional yang melibatkan Indonesia, Australia, Timor Leste, dan India pada Juli 2027.

“Kami berharap Yang Mulia Duta Besar dapat kembali hadir di NTT pada Juli tahun depan untuk meresmikan lapangan cricket ini sekaligus membuka turnamen persahabatan internasional tersebut,” kata Dr. Inche.

Ia menegaskan, kerja sama Indonesia dan Australia melalui olahraga cricket diharapkan terus berkembang dan menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara, sekaligus mendorong NTT menjadi salah satu pusat pengembangan cricket di Indonesia. (*/ab)