Adapun beberapa kegiatan utama yang akan digelar meliputi:

  • Lomba Tarian Tradisional Timor: Kompetisi seni tari daerah yang diikuti oleh perwakilan dari 16 RW se-Kelurahan Liliba.
  • Pameran dan Bazar UMKM RT: Pelibatan unit usaha dari 50 RT yang menyajikan beragam produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan yang dapat dibeli oleh warga maupun pengunjung.
  • Lomba Olahan Pangan Lokal: Tantangan kreasi kuliner sehat berbasis bahan pangan lokal dengan batasan modal bahan baku maksimal Rp200.000.
  • Lomba Edukasi Lingkungan Anak SD: Kompetisi pidato bertema pengelolaan sampah serta lomba kreasi daur ulang sampah tingkat Sekolah Dasar (SD).

Mengasah Bakat Generasi Muda dan Edukasi Kebersihan

Perhelatan ini juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi anak-anak usia sekolah. 

Selain mengadu ketangkasan tarian daerah antar-16 RW, panitia menyelipkan kompetisi edukatif seperti lomba pidato bertema pengelolaan sampah serta lomba kreasi daur ulang sampah tingkat Sekolah Dasar (SD). 

Program edukasi kebersihan ini selaras dengan ajakan Pemkot Kupang yang menekankan bahwa pembangunan kota harus dibarengi dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan harian.

Sinergi antara tokoh masyarakat, jajaran pengurus RT/RW, hingga keterlibatan pemuda lokal menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Liliba dalam menyambut hajatan budaya tersebut. 

Rotasi tuan rumah yang konsisten dilaksanakan tiap tahun terbukti mampu merekatkan kohesi sosial warga di tingkat akar rumput. 

Langkah Kelurahan Liliba ini beriringan dengan visi misi Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis yang menempatkan pelestarian budaya serta kepedulian lingkungan sebagai pilar pembangunan sosial.

Mengakhiri wawancaranya, Lurah Liliba, Viktor A. Makoni, S.Sos., menegaskan pentingnya kontinuitas perhelatan ini untuk mempererat hubungan antargenerasi dan merekatkan kebersamaan warga. (agn)