Dalam rancangan pembiayaan APBD 2027, pengeluaran pembiayaan meningkat sebesar Rp225 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembentukan dana cadangan PON 2028, dana cadangan Pemilihan Kepala Daerah 2031, serta penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan kebutuhan pembiayaan jangka menengah tanpa mengabaikan prioritas pembangunan lainnya.

Melki berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 bersama DPRD NTT dapat berjalan konstruktif sehingga menghasilkan kesepakatan yang menjadi dasar penyusunan APBD 2027.

“Melalui semangat Ayo Bangun NTT, mari kita terus memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya. (oan/ab)