Serena juga melaksanakan apa yang menjadi tanggungjawabnya, serta memahami batasan-batasan itu, apa yang menjadi porsinya dan apa yang bukan porsinya melainkan porsi walikota sebagai kepala daerah.

“Ibu Serena juga memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Ini sangat baik. Sebagai tokoh politisi muda, dia mau belajar dan membuka diri. Dia mengeksekusi apa yang menjadi porsinya tanpa menyentuh yang bukan porsinya atau porsi kepala daerah,”ujarnya.

Dia mencontohkan, gaya komunikasi politik seorang Serena yang menggunakan kalimat sederhana sehingga mudah diterjemahkan oleh publik.

“Padahal kalau mau dilihat pendidikannya juga mumpuni tapi dia menggunakan bahasa-bahasa yang mudah diterjemahkan oleh masyarakat. Pilihan-pilihan katanya mudah dimengerti oleh masyarakat. Kita yahu bahwa masyarakat kita di lapisan tertentu sulit memahaminya, namun Serena bisa membahasakannya dengan baik. Baik dengan kalangan perempuan, pemuda, senior juga menerima dia dengan baik. Serena dapat menempatkan diri dengan baik kepada publik,”ungkap Diana.

Dia memberi saran agar pasangan ini mempertahankan gaya kepemimpinan serta terus membenahinya karena efisiensi anggaran tentu berpengaruh pada implementasi program di masyarakat. Walau diakuinya di awal kepemimpinan mereka, keduanya tertutup namun semakin terlihat perubahan dan dia menyebutnya, ada perubahan signifikan.

“Gaya komunikasi politiknya sudah bagus, ada ruang interaksi dengan masyarakat, sangat cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan dan ini dilihat dari kemampuan berkomunikasi dan juga dalam mengambil keputusan. Keputusan yang mereka ambil itu tidak mengecewakan banyak orang terutama pihak-pihak yang selama ini mendukung dan mendapatkan pelayanan dari buah tangan mereka,”pungkasnya sembari memberi saran agar melibatkan publik dalam pengambilan keputusan. (boy/ab)