“Kami masih buka Gelombang III. Kami ingin buka tangan selebar-lebarnya bagi anak NTT yang ingin kuliah. Kalau biaya di tempat lain tinggi, UPG bisa jadi solusi,” jelasnya.

Ada Program Gong Prestasi dan Jamkesmawa

Daya tarik lain adalah program unggulan berpihak ke mahasiswa. Ada “Gong Prestasi” untuk mahasiswa berprestasi akademik dan non-akademik.

Kampus juga punya Jamkesmawa, jaminan kesehatan mahasiswa. Termasuk bantuan jika mahasiswa sakit atau meninggal dunia.

“Kami punya Gong Prestasi. Ada Jamkesmawa. Bahkan kalau ada mahasiswa musibah sampai meninggal, kampus hadir bantu dan tanggung biaya sesuai program,” ungkap Ully.

UPG juga dorong mahasiswa aktif di olahraga, seni, organisasi, dan keterampilan kerja agar lulusan siap bersaing.

“Kami ingin hasilkan lulusan yang kuasai ilmu, punya kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” pungkasnya.

Ketua Panitia PMB sekaligus Dekan Fakultas Pertanian UPG 1945 NTT Henny A. Raga, SP., MP, menyebut tingginya animo sebagai bukti kepercayaan masyarakat.

“Kami cukup berbangga karena UPG 1945 NTT masih menjadi pilihan masyarakat. Ini menunjukkan kepercayaan orang tua dan calon mahasiswa terhadap kampus kami terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Henny di Kampus UPG 1945 NTT.

Henny merinci, PMB Gelombang I sebelumnya sudah menjaring sekitar 600 peserta. Dengan tambahan 1.000+ peserta di Gelombang II, target 1.500 maba diyakini terlampaui.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan jumlah peserta yang datang saat ini, kami optimistis target tahun ini bisa tercapai bahkan melebihi yang kami rencanakan,” katanya.

Gelombang III Dibuka Akhir Juli

Meski Gelombang II masih berjalan, UPG 1945 NTT tetap buka peluang untuk lulusan SMA/SMK yang belum daftar. PMB Gelombang III direncanakan dibuka akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Henny menyebut beberapa prodi masih jadi favorit. Di antaranya PGPAUD, PJKR, dan prodi lain yang rajin melahirkan atlet berprestasi tingkat daerah maupun nasional.

“Kami terus memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi, termasuk atlet yang mengharumkan nama NTT. Karena itu minat ke prodi tersebut cukup tinggi setiap tahun,” jelasnya.