KUPANG, KN – Perjalanan satu tahun wadah kreativitas dan ekonomi kreatif bertajuk Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) resmi mencapai puncaknya.
Pemerintah Kota Kupang menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 program tersebut dengan memusatkan keceriaan masyarakat di kawasan Taman Nostalgia pada Minggu (21/6).
Momentum ini menjadi ajang refleksi penting mengenai bagaimana sebuah ruang publik mampu dihidupkan kembali melalui kekuatan sinergi lintas sektor.
Hadir dalam perayaan tersebut jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., dan Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H..
Selain itu, tampak pula Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham NTT Bawono Ika Sutomo, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Kupang Peter Laurensius Samosir, hingga Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar, bersama para pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, serta ratusan pelaku UMKM setempat.
Gagasan awal untuk melahirkan Saboak mencuat dari ruang diskusi antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
Target utamanya adalah menyuntikkan “nyawa” baru ke dalam Taman Nostalgia agar arealnya tidak sekadar berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang pasif, melainkan menjelma sebagai ruang perjumpaan sosial yang produktif.
Tantangan besar sempat menghadang di awal masa kepemimpinan mereka yang baru berjalan sejak dilantik pada Februari 2025 lalu.
Saat itu, struktur anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah ditetapkan, sehingga ruang fiskal untuk mengesekusi program inovasi baru terbilang sangat sempit.
Namun, keterbatasan tersebut disiasati dengan kebijakan efisiensi anggaran internal yang ketat.
“Kami melakukan efisiensi. Saya dan Ibu Wakil tidak membeli mobil dinas baru dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Taspen dan para sponsor lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir,” ungkap Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Keberhasilan mempertahankan Saboak hingga menginjak usia satu tahun membuktikan bahwa realisasi sebuah program publik yang berdampak luas tidak selamanya bertumpu pada besarnya sokongan APBD, melainkan pada komitmen kemitraan.
Keraguan publik yang sempat mengemuka di awal peluncuran kini terjawab tuntas oleh tingginya partisipasi warga setiap pekannya.
Wali Kota juga menitipkan pesan motivasi yang kuat, khususnya bagi generasi muda Kota Kupang, agar tidak terjebak dalam keraguan untuk melahirkan ide-ide kreatif baru.
Baginya, keberanian mengambil langkah pertama jauh lebih berharga daripada menanti momentum yang sempurna.
“Lebih baik memulai daripada menunggu semuanya sempurna. Better start than wait perfect. Mulai saja dulu, jalankan, lalu jika ada hambatan kita cari solusi bersama,” pesan dr. Christian Widodo dengan optimistis.
Keberlanjutan ruang kreatif ini ke depan akan sangat bergantung pada kepedulian kolektif dalam menjaga kebersihan dan fasilitas publik yang ada.
Pemerintah berharap masyarakat memelihara aset ini dengan rasa memiliki yang tinggi karena seluruh perputaran fungsi di dalam Saboak ditujukan sepenuhnya demi kesejahteraan masyarakat lokal. (agn)







Tinggalkan Balasan