KUPANG, KN – Kehadiran pasar rakyat akhir pekan Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) sukses mencatatkan performa finansial yang impresif bagi sektor ekonomi akar rumput.
Memasuki usia satu tahun penataannya, total transaksi keuangan yang berputar di antara para pedagang kecil di kawasan Taman Nostalgia dilaporkan telah menembus angka fantastis, yakni mencapai sekitar Rp6,3 miliar.
Dalam setiap pekan pelaksanaan, rata-rata nilai transaksi belanja masyarakat yang tercatat di area tersebut konsisten menyentuh angka Rp80 juta.
Angka ekosistem mikro ini murni menjadi milik para pelaku usaha mandiri, mengingat kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang membebaskan biaya sewa maupun pungutan retribusi bagi setiap lapak pedagang yang menggelar produknya di sana.
“Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak ini. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat sendiri,” tegas Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di sela-sela perayaan HUT ke-1 Saboak, Minggu (21/6).
Melihat performa ekonomi yang menjanjikan dan tingginya animo pasar, Pemerintah Kota Kupang kini tengah melakukan kajian matang untuk melakukan ekspansi operasional.
Pemerintah daerah berencana menambah durasi pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari dalam sepekan, yang mencakup hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Langkah perluasan ini nantinya akan dibarengi dengan penambahan kuota lapak bagi UMKM baru yang belum terakomodasi.
Guna menjamin kenyamanan dan keamanan ekosistem niaga yang lebih padat, pemerintah juga akan menambah personel pengamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), membangun pos jaga permanen, serta merevitalisasi sistem instalasi penerangan di sekeliling Taman Nostalgia.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menambahkan bahwa perjalanan mengawal Saboak selama setahun terakhir dilewati dengan berbagai dinamika yang tidak mudah.
Keluhan dan tantangan fisik, terutama berkurangnya pendapatan saat memasuki musim penghujan, menjadi catatan evaluasi penting bagi jajaran pembuat kebijakan.
“Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Serena C. Francis.
Sebagai langkah konkret mitigasi tantangan musiman, Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah merancang sebuah platform pemasaran digital khusus.
Inovasi digitalisasi ini dipersiapkan agar produk-produk kerajinan maupun kuliner hasil olahan UMKM Saboak tetap memiliki daya jangkau pasar yang luas dan dapat diakses oleh konsumen kapan saja, tanpa terbatas oleh kendala cuaca di lapangan. (agn)







Tinggalkan Balasan