KUPANG, KN – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam mengawal pembinaan generasi muda melalui bidang olahraga prestasi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Bentuk dukungan ini ditunjukkan lewat kehadiran serta partisipasi aktif aparat kepolisian dalam menyukseskan malam penutupan Open Turnamen Tinju Amatir Rektor UPG 1945 NTT Cup 2026 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kupang.
Agenda yang berlangsung meriah tersebut diselenggarakan secara terpadu bersamaan dengan acara malam syukuran perayaan Dies Natalis ke-9 Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT.
Hadir memenuhi undangan resmi selaku perwakilan dari kepolisian, Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah kompetisi olahraga ini merupakan simbol kehadiran negara untuk memotivasi serta mendampingi perkembangan bakat-bakat lokal atlet tinju amatir di NTT.
Malam puncak penutupan kompetisi ini juga dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan daerah, di antaranya Gubernur NTT, unsur Forkopimda Kota Kupang, Rektor UPG 1945 NTT beserta segenap jajaran dosen dan civitas akademika, panitia pelaksana, perangkat dewan wasit yang bertugas, para atlet, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam jalannya prosesi seremonial penutupan, AKP Leyfrids D. Mada didaulat dan mendapat kehormatan khusus untuk naik ke atas panggung guna mengalungkan medali serta menyerahkan piagam penghargaan kepada para petinju berprestasi yang sukses merebut gelar juara.
Momen penganugerahan tersebut sekaligus menjadi medium bagi Polri untuk mengapresiasi tingginya konsistensi, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh para peserta selama berada di dalam ring.
Sektor olahraga, khususnya tinju, dinilai memiliki daya tumpu yang sangat kuat dalam mengalihkan energi anak muda ke arah kegiatan yang produktif dan kompetitif.
Melalui turnamen ini, bibit-bibit petinju tangguh bentukan dojo dan sasana lokal diharapkan dapat memperoleh jam terbang yang cukup guna melangkah ke jenjang profesional atau skala kejuaraan yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Polri sangat mendukung kegiatan olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan dunia olahraga di Nusa Tenggara Timur,” tegas AKP Leyfrids D. Mada yang akrab disapa AKP Frids Mada tersebut, Jumat (19/6) malam.
Ia menjelaskan bahwa olahraga merupakan sarana positif untuk membentuk mental yang kuat, disiplin, serta menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.
Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut menambahkan bahwa turnamen tinju amatir ini tidak hanya boleh dipandang sebatas ajang adu ketangkasan fisik dan strategi di atas ring.
Lebih dari itu, atmosfer kompetisi yang sehat ini terbukti efektif menjadi sarana pemersatu yang mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi, baik antarsesama atlet maupun dengan masyarakat luas yang hadir memadati tribun GOR Oepoi sebagai suporter.
Berkat pengamanan yang terukur dan kerja sama yang solid antara pihak keamanan, panitia internal kampus, serta kedewasaan para penonton, seluruh rangkaian acara dari babak penyisihan hingga malam final penutupan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
Keberhasilan pelaksanaan turnamen ini merefleksikan kuatnya sinergi kemitraan antara dunia kepolisian dan instansi pendidikan tinggi dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (agn)







Tinggalkan Balasan