KUPANG, KN – Perhelatan 1st Anniversary SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang digelar di Taman Nostalgia pada akhir pekan ini, Sabtu (20/6) sampai Minggu (21/6), menjadi cerminan baru gaya hidup kaum urban di Kota Kupang.
Selain menjadi pusat apresiasi terhadap produk UMKM lokal dan kuliner khas daerah, festival yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Kupang bersama Mandiri Taspen ini juga dimanfaatkan sebagai panggung edukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup di fasilitas publik.
Menyadari potensi lonjakan volume sampah akibat tingginya kunjungan warga yang berburu kuliner murah dari pukul 16.00 hingga 22.00 WITA, panitia pelaksana menerapkan pengawasan ketat di sekitar area stan.
Langkah ini diambil agar fungsi Taman Nostalgia sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau tetap terjaga keasriannya, meskipun sedang digunakan untuk aktivitas ekonomi berskala besar.
Edukasi lingkungan ini disisipkan di sela-sela padatnya jadwal hiburan rakyat, seperti penampilan Sanggar Tari Sezurai Ethnic, Growin Band, Dance by DSC, hingga aneka lomba rakyat yang dipandu oleh MC Edno Taopan.
Pihak penyelenggara secara berkala mengimbau warga agar tidak meninggalkan puntung rokok, plastik kemasan, maupun sisa makanan di area rumput atau tempat duduk taman.
“Ayo ajak keluarga dan komunitasmu merayakan satu tahun kebersamaan ini, tetapi jangan lupa untuk selalu membudayakan membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran kolektif ini sangat penting agar lingkungan SABOAK tetap nyaman, bersih, higienis, dan senantiasa menyenangkan bagi siapa saja yang datang berkunjung,” ujar panitia melalui pengeras suara di panggung utama.
Selain tempat sampah yang sudah disiapkan di beberapa titik taman, pelaku UMKM lokal yang membuka lapak dagangan juga menyediakan kantong sampah mandiri di area stan masing-masing.
Hal ini membuat para pengunjung, terutama orang tua yang membawa anak-anak mereka ke area playground, dapat dengan mudah membuang limbah konsumsi mereka tanpa harus berjalan jauh.
Melalui sinergi yang apik antara hiburan musik, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan kampanye pembentukan karakter sadar kebersihan ini, perayaan ulang tahun pertama SABOAK diharapkan mampu melahirkan standar baru dalam penyelenggaraan festival publik di NTT.
Pemerintah berharap budaya bersih ini dapat terus melekat dalam sanubari masyarakat Kota Kupang pada setiap agenda hiburan ke depannya. (agn)







Tinggalkan Balasan