“Fasilitas penataan stan di ulang tahun yang pertama ini sangat rapi dan estetik. Pengunjung jadi betah nongkrong lama di sekitar stan karena areanya bersih, ada hiburan musik, dan ramah anak,” ungkap Manda (24), salah satu pemilik stan UMKM di lokasi festival, Sabtu (20/6) malam.
Melalui kepuasan kolektif yang disuarakan oleh para pelaku usaha mikro ini, program SABOAK yang digagas Pemerintah Kota Kupang bersama Mandiri Taspen dinilai mencapai sasarannya.
“Konsep seperti ini membuat kami sebagai pelaku usaha merasa dihargai dan semakin termotivasi untuk menampilkan produk terbaik kami bagi warga Kota Kupang,” ujarnya.
Festival ini tidak hanya sukses menjadi magnet wisata belanja murah bagi warga, tetapi juga menjelma sebagai inkubator bisnis luar ruangan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi kemajuan ekosistem UMKM di wilayah Nusa Tenggara Timur. (agn)







Tinggalkan Balasan